Sejarah samurai
Kata "samurai" berasal dari kata kerja Jepang kuno saburau (侍う), yang berarti "melayani" atau "menghadiri." Kata ini pada awalnya merujuk kepada mereka yang melayani para bangsawan dan keluarga kerajaan, tetapi pada akhirnya menjadi identik dengan prajurit elit yang melayani daimyo (penguasa wilayah) dan shogun (penguasa militer tertinggi).
Pada pertengahan abad ke-12, kekuatan politik di Jepang secara bertahap bergeser dari kaisar dan bangsawan di Kyoto ke kepala klan di perkebunan. Perang Gempei yang berlangsung antara 1180-1885, menjadi pertempuran antara dua klan besar (Taira dan Minamoto), dalam perebutan kendali atas Jepang. Perang berakhir ketika salah satu pahlawan samurai paling terkenal dalam sejarah Jepang, Minamoto Yoshitsune, membawa klannya menuju kemenangan atas Taira.
Setelah itu, saudara tiri Minamoto Yoshitsune yang bernama Minamoto Yoritomo menobatkan diri sebagai shogun dan mendirikan pemerintahan di Kamakura. Peristiwa ini menandai dimulainya Keshogunan Kamakura di Jepang, sekaligus masa kebangkitan samurai. Sebab, status samurai menjadi sangat istimewa dan otoritas Yoritomo sangat bergantung pada kekuatan mereka. Selain itu, tidak ada yang bisa menyebut dirinya sebagai samurai tanpa izin Yoritomo.
Komentar
Posting Komentar